Beranda Keluarga Rumah Tangga Ilustrasi untuk Suami yang Meremehkan Peran Istri

Ilustrasi untuk Suami yang Meremehkan Peran Istri

0
Wanita memasak (nisrina.co.id)

Ada seorang suami yang sangat iri dengan istrinya. Dia merasa istrinya enak-enakan di rumah sementara dia bekerja keras membantung tulang. Lalu dia berdoa kepada Tuhan agar dia berubah saja menjadi istri.

Keesokan harinya setelah bangun tidur, lelaki itu benar-benar berubah menjadi istri. Mulailah dia mengerjakan pekerjaan seorang istri, mulai bangun lebih pagi dari biasanya, ke dapur menyiapkan sarapan, lalu membangunkan ketiga anaknya. Memandikan si kecil yang masih TK dilanjutkan menyiapkan hidangan di meja makan.

Setelah jam menunjukkan pukul 06.30 bergegas dia mengantarkan anak yang masih TK ke sekolah sambil pulangnya mampir belanja untuk persiapan makan siang dan malam.

Sampai di rumah dia mulai menyapu dan mengepel rumah dilanjutkan memasak, saat pukul 10.00 harus menjemput si kecil dari sekolahnya. Belum sempat duduk untuk menghilangkan penat, tumpukan cucian sudah menanti untuk dicuci.

Setelah menjemur pakaian, menidurkan si bungsu, dia bersiap untuk menyetrika baju sambil menunggu kedatangan kedua anakku yang lain.

Sore hari dia menyiram tanaman kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu belajar mereka dan mengerjakan PR. Dan masih banyak lagi pekerjaan kecil lagi yang belum dikerjakan.

Malam hari menemani anak-anak tidur sambil membacakan dongeng untuk mereka.

Setelah tiga hari menjalankan peran itu, dia sudah tidak tahan lagi. Lalu sekali lagi dia berdoa “Ya Tuhan, ampunilah aku. Ternyata aku tidak kuat menjalankan peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi “

Tuhan menjawab, “Bisa saja tapi kamu harus menunggu sembilan bulan lagi, karena saat ini kamu sedang hamil”

Meskipun cerita di atas hanya sebuah ilustrasi, jika kita renungkan sebenarnya pekerjaan seorang ibu rumah tangga sangat melelahkan. Ibaratnya mulai bangun tidur sampai mau tidur pekerjaan itu tidak ada selesainya.

Maka hargailah para istri yang telah bersusah payah melayani seluruh keluarga dan jadikanlah Rasul sebagai teladan, karena sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik kepada keluarganya termasuk kepada istrinya. Dan Rasul Muhammad adalah sebaik-baik seorang suami. [Uyik Unari]

Artikel sebelumnyaLife Begins at Forty, Ada Apa dengan Usia 40 Tahun?
Artikel berikutnyaPelukan 20 Kali Dengan Pasangan Mengurangi Resiko Perceraian
Dokter spesialis mata, Owner Klinik Mata Utama, Ibu dari 5 anak

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here