Beranda Tazkiyah Renungan Ya Rabbi… Aku Mencintai Laki-Laki yang Telah Beristri

Ya Rabbi… Aku Mencintai Laki-Laki yang Telah Beristri

16
ilustrasi (Tumblr.com)

Kutulis cerita ini agar bisa jadi pelajaran bagi saudara dan saudariku khususnya akhwat yang belum menikah dan para ikhwan.

Sebut saja nama penaku Atik. Aku bekerja di sebuah kantor yang terdiri dari banyak departemen. Saat masih berada di departemen A, aku nyantai aja. Beberapa bulan lalu aku dipindah ke departemen B, di bagian front office. Aku bertemu banyak orang, perempuan juga laki-laki. Semuanya berjalan biasa-biasa aja. Sampai suatu saat ada seorang pemuda berjanggut yang karena pekerjaan mengharuskan aku berurusan dengannya.

Sebenarnya wajahnya biasa aja. Tak ada yang istimewa dibandingkan dengan banyak laki-laki lain. Selama ini aku juga berusaha menjaga diri. Tetapi ini aneh. Senyum pemuda itu membuatku.. entahlah. Ada getar-getar yang tumbuh di hati. Ia sopan, mungkin ini istimewanya, melebihi banyak orang di kantorku yang umumnya “keras.”

Sekali, dua kali, tiga kali, hingga belasan kali aku harus bertemu dengannya membuat segalanya berubah. Ya Allah, aku jatuh cinta. Dan ia ikhwan. Seorang ikhwan. Ia juga sering menjadi imam. Sebelumnya aku tak terlalu memperhatikan karena mushala kantor kami ada hijab kain antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Waktu berlalu dan hatiku makin tak menentu. Sulitnya aku tak tahu bagaimana perasannya padaku. Tapi ini tak bisa kubiarkan. Bukankah ada shahabiyah yang berani melamar shahabat Nabi? Mungkin aku bisa mencontohnya.

Tapi aku belum berani. Mikir resiko juga. Makanya kuniatkan tuk diskusi dulu dengan temanku, yang telah lebih dulu mengenal pemuda itu.

“Dia sudah menikah,” duar. Hatiku kayak kesambar halilintar. “bahkan udah punyak anak lagi,” kata Tuti.

Ya Allah… aku mencintai orang yang tlah menikah. Bagaimana ini? Sempat terbetik aku siap menjadi istri kedua. Tapi.. apa istrinya siap dimadu? Bagaimana anaknya yang katanya lucu sekali? Ku tak mampu membayangkan jika aku malah dituduh jadi perusak rumah tangga. Astaghfrullah..

Aku yang harus menyerah. Memendam cinta. Menguburnya. Susah. Butuh waktu lama. Tapi tak apalah. Insya Allah aku kuat.

Saudari-saudariku..
Patah hati itu sakit. Memendam cinta yang tlah bersemi itu sakit. Mengubur kembali cinta itu sakit. Jangan sampai kau mengulang kisahku. Saranku, perhatikan terus hatimu. Ikuti saja nasehat murabbiyahmu. Ta’aruf, undangan beredar, baru jatuh cinta. Jangan ikuti perasaanmu meskipun ada lelaki shalih yang baik padamu.

Saudara-saudaraku..
Entah kau belum menikah atau sudah. Jagalah sikapmu. Jangan sering senyum pada muslimah yang belum menikah. Atau kau sengaja memanah hatinya. Lalu ia jatuh hati. Berarti kau melukainya. Berbuat baiklah tapi jaga pergaulanmu. Perkenalkan bahwa kau telah menikah. [Atik Purnama/Webmuslimah]

16 KOMENTAR

  1. beruntunglah orang yg bisa menikahi orang yg di cintainya.. dan bahagialah orang yang bisa mencintai orang yg di nikahinya…

  2. Aku mengalami persis dengan ceritamu ukhti,Alhamdulillah Allah melindungiku…dengan iman yg tipis ini aku bertahan dan tetap menetapkn malu ini pada tempat.y…

  3. aku sedih dah kalau gini, kenapa yang mendapat adalah perempuan yang sebelumnya tak mengharap ia sama sekali sebelumnya, dan yang perempuan menyayanginya harus merasakan kesedihan ya mbak ( lebay gue) , hehe 😀 astagfirullahhal’azim ( Semangat !!)

  4. Masih banyak kebahagiaan lain di dunia ini, yaitu jadi pecinta Al-Qur’an pasti bakal lupa deh sama semua laki-laki mana saja deh. 🙂

  5. lagi pula, jika dia jadi suami mbak belum tentu dia baik. bisa aja dia tukang pukul, pemarah atau jahat atau yang bertolak belakang dengan pas waktu baru kenal dan sebagainya lah yang pada akhirnya menimbulkan kekecewaan yang lebih mendalam lagi nantinya, kita tidak tahu pasti ? . saya yakin pasti ada hikmahnya dibalik semua kejadian ini. 🙂

  6. Poligami dibolehkan dalam islam, tapi sengaja tebar pesona dan menutup nutupi status dengan maksud tertentu bukan sesuatu yg baik. Poligami sunah, namun amar maruf wajib

  7. Masyaallah .. kisah yang aku alami saat ini .
    Aku tau dan sadar jika perasaan ini salah ,makany ak mecoba menahan dan mengendalikan perasaanku .. dan membiarkan keadaan berjalan seprti biasa .
    dan ak tak mau kehilangan jauh dr ny ak berfikir menganggap ny sbagai kaka .. krn sikap ny yg dewasa dan lembut .

  8. aku mengalami , bahkan dia siap menikahi ku , aku bingung , banyak yang ku fikirkan , termasuk istri dan anaknya , bagaimana mungkin , memang cinta tak memandang umur , aku 19 mau ke 20 sedangkan dia 35 tahun, dia berkata selama ini dia menikah tanpa rasa cinta, sayang, dan terpaksa . sempat beranggap jika memang benar dia adalah jodoh yang ditakdirkan dengan menyebut nama Allag aku siap untuk jadi yang ke2 .

  9. aku mengalami , bahkan dia siap menikahi ku , aku bingung , banyak yang ku fikirkan , termasuk istri dan anaknya , bagaimana mungkin , memang cinta tak memandang umur , aku 19 mau ke 20 sedangkan dia 35 tahun, dia berkata selama ini dia menikah tanpa rasa cinta, sayang, dan terpaksa . sempat beranggap jika memang benar dia adalah jodoh yang ditakdirkan dengan menyebut nama Allah aku siap untuk jadi yang ke2 .

  10. Aku jg mengalami,skrg usiaku 26 jln 27.dan sdh hampir 5 tahun aku menjalani.orang tua ,keluarga tak pernah setuju dan selalu marah.namun apalah daya,alloh masih menumbuhkan rasa cinta ini.aku sdh pernah meninggalkannya,dia depresi dan aku kasihan….skrg dia lbh bs menyesuaikan diri tanpa aku secara perlahan.dan aku membuatnya selalu bosan dgn marahku dan sikapku.akhirnya skrg kami perlahan menjauh,dan rasa cinta ini mulai memudar ….

  11. Ya Allah. Sabar ukhti cerita kita sama, tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu dan atas izin Allah, perasaan ini perlahan mulai memudar dan saya mulai bersikap biasa saja seperti selayaknya teman, karena saya yakin disetiap ada ujian (apapun itu) pasti Allah akan selalu memberikan hikmah dan jalan terbaik, 🙂

  12. Ceritanya hampir sama. Kami sama sama suka. Memang sempat prasaan itu mengalahkan logika. Namun Alhamdulillah kini ku sadar jika hal itu salah dan tak boleh diteruskan. Semoga hatiku kuat menahan rasa ini setiap bertemu dengannya satu tempat kerja. Semua ada hikmahnya ..

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here