Beranda Keluarga Parenting Tips Punya Pengasuh, Agar Kasus Mengerikan Ini Tak Menimpa Buah Hati Anda

Tips Punya Pengasuh, Agar Kasus Mengerikan Ini Tak Menimpa Buah Hati Anda

0
Bayi
Bayi. Ilustrasi © bidanku.com

Sebuah screenshoot percakapan Whatsapp (WA) beredar di media sosial. Dalam percakapan di WA itu, seseorang memberitahukan temannya sebuah kasus “mengerikan” yang menimpa anak teman kantornya. Ceritanya bermula saat sang ibu pulang kantor lebih cepat dari biasanya karena kepalanya pusing.

Sesampainya di rumah, ibu itu bertemu dengan buah hatinya yang sehari-hari saat jam kerja hanya ditemani susternya. Betapa terkejutnya sang ibu, mendengar anaknya berkomentar, “Mami pusing ya? Buka celana aja, nanti aku jilatin. Kata suster, kalau lagi pusing dijilatin jadi sembuh.”

Astaghfirullah. Ibu mana yang tidak terkejut mendengar anaknya yang masih usia TK mengatakan seperi itu. Lepas dari apakah peristiwa ini benar-benar terjadi atau tidak, sesungguhnya ini menjadi pengingat bagi seluruh orangtua bahwa ketika mereka salah memilih pengasuh, bukan tidak mungkin peristiwa semacam ini atau yang lebih parah lagi akan terjadi.

Lalu bagaimana solusinya, jika ibu bekerja di luar rumah dan “terpaksa” menggunakan jasa pengasuh?

Pilih Pengasuh yang Anda Kenal Baik

Jika terpaksa menggunakan jasa pengasuh untuk buah hati Anda, usahakan sebisa mungkin untuk mendapatkan pengasuh yang telah Anda kenal baik. Misalnya, jika dulunya Anda berasal dari desa, Anda bisa mencari tetangga Anda yang bersedia menjadi pengasuh. Orang yang telah dikenal baik reputasi dan akhlaknya, jauh lebih baik daripada orang yang tidak pernah Anda kenal sama sekali.

Latih Pengasuh, Up Grade Kualitasnya

Umumnya, begitu orangtua memiliki pengasuh untuk buah hatinya, mereka membiarkannya begitu saja. Asal anaknya tidak rewel, asal anaknya “enjoy”, orangtua sudah puas.

screenshoot WA © kompasiana.com

Orangtua perlu memahami kembali, masa 0-5 tahun adalah golden age, masa emas bagi perkembangan kecerdasan anak. Pengasuhan yang mereka dapatkan di masa itu akan sangat menentukan masa depan mereka. Maka semestinya, ketika orangtua terpaksa memakai jasa pengasuh untuk buah hatinya, orangtua melatih pengasuh untuk dapat mengasuh anak dengan baik. Termasuk memperhatikan aspek perkembangan anak. Caranya, selain dilakukan sendiri dengan santai, pengasuh juga diajak untuk bersama-sama mengikuti seminar parenting dan sejenisnya. Orangtua juga bisa memberikan buku kepada pengasuh untuk dibaca.

Komunikasi Intensif

Memiliki pengasuh, bukan berarti membuat orangtua membiarkannya begitu saja. Pengasuh perlu diajak komunikasi secara intensif, bagaimana perkembangan anak dan kendala-kendalanya dalam mengasuh anak tersebut. Dengan komunikasi ini, maka kedekatan dan kepercayaan antara orangtua dan pengasuh akan semakin terbangun.

Ketika sudah berada di rumah, selain memanfaatkannya seoptimal mungkin membersamai buah hati, orangtua perlu bertemu dengan pengasuh untuk berkomunikasi. Pertemuan dan komunikasi antara orangtua, anak dan pengasuh akan membuat interaksi lebih erat antara ketiga pihak, juga lebih nyaman bagi anak.

Penuhi Hak Pengasuh, Perlakukan dengan Baik

Rasulullah mengajari kita, bayarlah upah pekerja sebelum kering keringatnya. Memiliki pengasuh, maka hak-haknya harus diberikan tepat waktu. Dan bagaimana Anda menginginkan pengasuh memperlakukan putra-putri Anda, begitulah Anda harus memperlakukan pengasuh. Jika Anda baik kepada pengasuh, insya Allah pengasuh akan baik kepada buah hati Anda. Sebaliknya,jika Anda kasar kepada pengasuh, ia pun sangat mungkin akan berlaku kasar kepada buah hati Anda.

Tentang berbuat baik kepada pengasuh atau pembantu, Rasulullah mengajarkan bahwa beliau tidak pernah marah kepada pelayannya. Seperti apa Rasulullah makan, maka makanan itu pula yang dimakan oleh pelayannya. Para sahabat beliau seperti Umar bin Khatab juga meneladani teladan tersebut. Hingga orang pernah salah kira, karena pakaiannya sama, dikiranya pelayan Umar adalah khalifah.

Evaluasi, Sekali-kali Perlu ‘Inspeksi’

Bagaimana pengaruh pengasuh terhadap perkembangan buah hati Anda, perlu dievaluasi secara berkala. Karena buah hati adalah amanah Ilahi, buah hati adalah aset paling berharga. Jika bulan pertama kepengasuhan berjalan baik, Anda tidak boleh 100% memastikan bulan-bulan berikutnya berjalan seperti itu. Bahkan, sekali-kali Anda perlu ‘inspeksi’ dengan pulang lebih cepat atau datang ke rumah pada waktu yang tidak biasanya. Tidak menunggu insiden terjadi seperti pada percakapan WA tersebut.

Doakan Pengasuh dan Buah Hati Anda

Sepandai-pandainya Anda memenej, membuat aturan dan “mengawasi”, pengasuh memiliki hati yang hanya Allah yang Menguasai. Maka jika Anda menginginkan buah hati Anda mendapatkan perlakuan baik, mendapat pengasuhan yang baik, dan tumbuh dengan baik, Anda perlu memperbanyak doa. Lebih khusyu’ berdoa. Sebab Anda menyerahkan sekian jam per hari pengasuhannya pada orang lain. Doakan agar buah hati Anda tumbuh dengan baik, doakan pula agar pengasuh Anda senantiasa dibimbing oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mohonlah perlindungan hanya kepada Allah. Jika buah hati Anda dilindungi Allah, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya. Mohonlah penjagaan hanya kepada Allah. Jika buah hati Anda dijaga oleh Allah, maka tak ada apa pun yang bisa mencelakainya.

Catatan Penting

Meskipun tulisan ini bicara mengenai bagaimana tips dan sikap orangtua terhadap pengasuh yang mengasuh buah hatinya, sesungguhnya tidak ada pengasuh yang lebih baik dari orangtuanya sendiri. Tidak ada suster yang lebih baik daripada ibunya sendiri. Maka jika kondisinya memungkinkan, betapa bahagianya Anda di masa depan dan betapa bahagianya anak Anda, jika di masa emasnya, Anda sendiri sebagai ibunya, yang merawat dan mengasuhnya. Dan insya Allah, itu pula yang membuat Anda lebih berbahagia saat bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab Anda telah menanam saham kebajikan kepada jiwa yang telah diamanahkanNya. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here