Beranda Keluarga Parenting Disangka Baik, 7 Gaya Mendidik Anak Ini Ternyata Berdampak Buruk

Disangka Baik, 7 Gaya Mendidik Anak Ini Ternyata Berdampak Buruk

6
ayah marahi anak (Kompasiana.com)
Anak adalah titipan/amanah yang Allah berikan kepada kita orang tua. Sebagai orang tua kita harus bisa menjaga dan mendidik anak agar bisa menjadi pribadi yang baik. Anak adalah cerminan dari orang tua,  setiap tingkah laku anak mencerminkan sikap orang tua. Seperti kata pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya.”
Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu memberikan contoh yang baik kepada anak agar perkembangan kepribadian dan psikologis anak tetap baik.
Berikut ini 7 sikap orang tua yang berpengaruh terhadap kepribadian anak yang dikutip dari buku Mendidik Anak Zaman Kita karya Dr. Hassan Syamsi Basya:

1. Orang tua yang otoriter

Sikap ini bisa membuat anak tumbuh dengan kepribadian yang lemah dan rentan, terutama ketika menghadapi masalah yang mengganggu jiwanya.

2. Orang tua yang over protektif

Sikap semacam ini akan membuat anak mudah kehilangan kepercayaan diri.

3. Orang tua yang abai

Sikap seperti ini akan membuat anak menjadi pribadi yang tidak bisa menghargai orang lain.

4. Orang tua yang suka memanjakan anak

Sikap ini bisa membuat anak menjadi lost control karena terlalu dimanjakan.

5. Orang tua yang keras dan galak

Sikap orang tua semacam ini akan menyebabkan anak tumbuh menjadi orang yang lemah dan selalu diliputi rasa takut.

6. Orang tua yang lemah dan tidak punya pendirian

Sikap ini membuat anak tumbuh diliputi rasa was-was dan gelisah serta cenderung tidak mampu mengambil keputusan dengan baik.

7. Orang tua yang pilih kasih kepada salah satu anak

Sikap ini bisa membuat anak cenderung ingin membalas dendam atau membenci saudaranya.
Itulah ketujuh sikap orang tua yang bisa berpengaruh buruk terhadap kepribadian anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua sudah sepatutnya kita harus menjaga sikap karena kita adalah tauladan bagi anak-anak kita. Semoga Allah menjadikan anak kita anak yang berkepribadian baik dan sholeh/sholehah. [Aqila/WebMuslimah]

6 KOMENTAR

  1. Komentar
    saya dibesarkan dgn cara seperti itu,7 hal diatas.
    tapi nyatanya enggk seburuk hasilnya.
    saya bisa berfikir dewasa dan menjadi pribadi yg mandiri.
    bisa menyikapi segala hal dgn baik dan mampu menyelesaikan masalah sendiri.
    menurut saya pribadi,memiliki kedua sifat orangtua yg diwakili kepada saya.

  2. Jujur gw lebih suka cara didik org tua jaman dulu,walau keras namun menciftakan anak yang tangguh dan kuat pendirian.
    Dr pada sekarang anak dilindungi tidak boleh dipukuli jika salah dan akibatnya. Banyak penyimpangan yang terjadi dan kenakalan remaja yang makin menggila. Anak sudah berani membantah kata org tua. Alasan anak bebas berekpresi.
    UU perlindungan anak perlu direvisi ulang. Sehingga anak tidak menjadikan itu sebagai senjata untuknya berbuat sekehendak hati. Sehingga org tua menjadi tidak berdaya..

  3. memandang sesuatu tidak harus dari satu sudut pandang. alangkah baiknya kita bisa memandang sesuatu permasalahan secara holistik. pada umumnya karakter seorang anak itu sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan yang mana itu akan membentuk pribadi mereka. tak ada salahnya kita mencoba 7 hal tersebut. mungkin dulu kita didik secara keras oleh orang tua kita, bukan berarti kita juga harus keras kepada anak kita. bukankah agama sudah mengajarkan pada kita untuk selalu bersikap lembut dalam suatu urusan. mhn maaf jika komennya tidak berkenan 🙂

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here