Beranda Ilmu Islam Aqidah Dikuasai Jin; Antara Fakta dan Ilusi

Dikuasai Jin; Antara Fakta dan Ilusi

1
Burung hantu © funnypics.weerga.com

Wahai Syaikh, bisakah jin menguasai seseorang? Bagaimana sebetulnya perkara ini dan jika benar jin bisa menguasai manusia, bagaimana mengatasi dan menghindarinya? Jazakumullah khairan

Jawaban

Saudaraku yang dirahmati Allah, terima kasih atas kepercayaan Anda telah mengirimkan pertanyaan ini kepada kami. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar senantiasa memberikan petunjuk kepada kita dan memudahkan kami untuk berdakwah di jalan-Nya.

Seorang Muslim harus percaya bahwa jin itu ada. Mereka disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan, ada satu surat khusus dalam Al Qur’an yang dinamakan Surat Al Jin. Dalam banyak kasus, mereka serupa dengan kita. Mereka juga diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan untuk beribadah kepada kita, sebagaimana difirmankan Allah dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Kami” (QS. Adz Dzariyat : 56)

Seperti manusia, jin juga ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang muslimpun ada yang sekedar identitasnya Islam tetapi suka bermaksiat dan berbuat kerusakan. Dan sebagai sesama makhluk, pada hakikatnya mereka juga memiliki kekuatan dan kelemahan seperti halnya manusia.

Saat ini, banyak orang yang ketika mereka mendapati sesuatu yang salah dengan diri mereka, mereka menafsirkan bahwa itu karena mereka diganggu atau dikuasai oleh jin. Bahkan, banyak dari mereka yang berubah pikiran setelah mereka pergi ke dokter dan hasil diagnosanya tidak ditemukan penyakit secara medis.

Mukmin yang benar, percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa tidak ada apa pun yang bisa memberikan kemanfaatan dan mendatangkan bahaya terhadap dirinya kecuali atas kehendak Allah. Maka keimanan yang benar terhadap hal ghaib, diantaranya adalah percaya bahwa jin itu ada tetapi tidak takut kepada mereka sebab yang kuasa mendatangkan manfaat dan madharat hanya Allah. Hanya atas ijin Allah. Maka obat terbaik dan perlindungan terbaik dari jin adalah dengan mengamalkan Islam, membaca Al Qur’an dan senantiasa berdzikir dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Syaikh Al Munajjid, salah seorang ulama dan penulis Saudi menjelaskan, beberapa fakta dan beberapa ilusi terkait jin diantaranya adalah kesepakatan ahlus sunnah bahwa jin bisa tinggal dalam tubuh manusia. Tetapi, itu tidak berarti bahwa seseorang yang mengalami epilepsi ia dikuasai jin, karena epilepsi mungkin disebabkan oleh penyebab fisik/medis.

Jin yang mukmin, seperti halnya manusia yang benar-benar beriman, ia tidak akan mengganggu makhluk lainnya. Maka jika ada jin yang mengganggu manusia, dengan tinggal di dalam dirinya, bisa dipastikan bahwa jin itu adalah jin kafir, atau jin yang tidak benar-benar beriman.

Bagaimana muslim bisa mengobati penyakit model ini atau melepaskan diri dari gangguannya? Ruqyah syar’iyah adalah salah satu solusinya. Dan pada hakikatnya, jin yang mengganggu manusia itu adalah lemah. Buktinya, ketika dibacakan ayat-ayat Al Qur’an, jin itu tidak akan kuat dan kemudian ia bisa pergi.

Seorang Muslim harus mencari bantuan dari Allah dan berdoa kepada-Nya dan memohon kepada-Nya untuk mencegah gangguan syetan baik dari golongan jin maupun manusia. Ia juga harus membersihkan dirinya dari pikiran-pikiran negatif atau ilusi. Yang umumnya, dampak negatif ilusi dan pikiran negatif ini lebih sulit disembuhkan daripada gangguan jin.

Karena jin bisa melihat kita sementara kita tidak dapat melihat mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kita banyak cara untuk melindungi diri dari bahaya mereka. Yakni meminta perlindungan Allah dari syetan yang terkutuk dengan membaca surat Al-Falaq dan surat An-Nas, serta doa-doa yang diajarkan Allah dalam Al Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku! Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” (QS. Al-Muminun: 97-98).

Mengucapkan basmalah dan doa yang diajarkan Nabi sebelum memasuki rumah seseorang, makan atau minum, dan berhubungan seks akan mencegah syetan memasuki rumah, atau mengambil bagian dalam makanan, minuman dan aktivitas seksual. Demikian pula, menyebutkan nama Allah sebelum masuk toilet atau melepas pakaian seseorang akan mencegah jin dari melihat seseorang dalam keadaan telanjang atau merugikan dirinya.

Dan secara umum, kekuatan iman juga akan membentengi seseorang dari gangguan jin. Wallahu a’lam bish shawab. [Tim Redaksi Webmuslimah.com]

*Maraji’ : Fatwa Syaikh Al Munajid yang dimuat di onislam.net

1 KOMENTAR

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here