Beranda Keluarga Rumah Tangga Aku Cemburu Suamiku Bergaul dengan Wanita Lain

Aku Cemburu Suamiku Bergaul dengan Wanita Lain

8

Wahai Syaikh, suamiku dan anggota keluarga besarnya sering bercampur-gaul. Sebagiannya memang mahram, tetapi ipar, istri paman, dan sepupu kan bukan mahram. Terus terang saya cemburu. Dan ketika saya ingatkan, suami malah marah dan beralasan bahwa itu adalah kebiasaan. Apa yang harus saya lakukan?

Wahai saudariku, bersyukurlah kepada Allah karena engkau masih memiliki cemburu dan berupaya melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Teruskanlah upaya dakwahmu dan semoga suamimu dan kerabatnya mendapatkan hidayah Allah sehingga mereka dapat menjaga pergaulan sesuai tuntunan syariat dan tidak bergaul secara bebas.

Selain memberi nasehat, engkau harus selalu berdoa kepada Allah Ta’ala, semoga dakwahmu dibersamai dengan hidayahNya. Sebagaimana kita tahu, Allah adalah Dzat yang membolak-balikkan hati. Maka mohonlah kepadaNya agar suami dan kerabatnya dikondisikan hatinya menerima seruanmu.

Berbuat baiklah kepada mereka, dan teruslah berbuat baik. Jika mereka marah atau terkesan membencimu, jangan dibalas dengan kebencian dan kemarahan pula. Posisikanlah mereka sebagai saudara yang membutuhkan pertolongan. Dekatilah mereka dan sambunglah silaturahim tanpa memandang rendah. Tunjukkanlah kasih sayang kepada mereka. Itu akan membuat nasehatmu lebih mudah diterima.

Di samping itu, engkau juga harus selalu menjaga diri agar tidak terjerumus bersama mereka. Orang mukmin tidak boleh merasa dirinya aman dari fitnah. Jangan sampai justru engkau terpengaruh dan akhirnya turut serta. Maka selain mendoakan mereka, berdoalah agar dijaga Allah dalam keistiqamahan. Berdoalah kepada Allah agar ditetapkan dalam Islam. Berdoalah kepada Allah agar dikuatkan dalam iman.

Adapun rasa sedih dan cemburu yang engkau sebutkan, sesungguhnya itu adalah karunia Allah kepada hambaNya. Namun demikian, jangan sampai cemburu dan kesedihan itu mengakibatkan putus asa.

فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ

“Maka, janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka” (QS. Fathir : 8)

Rasa marah dan cemburu, juga jangan sampai mengakibatkan mereka malah lari dan menjauh dari dakwah. Karena tujuannya adalah memperbaiki mereka, bukan melampiaskan kecemburuan. Tujuannya adalah agar mereka melalui jalan kebenaran seperti yang engkau inginkan, bukan membuat semakin jauh dan kelewatan.

Selagi suamimu masih muslim, masih shalat, dan menunaikan kewajibannya kepadamu, bersabarlah sembari berusaha menasehati dan memperbaikinya. Semoga suatu ketika Allah membuatmu senang dengan perubahan suami dan kerabatnya.

Untuk memudahkan bersabar, lihatlah cobaan wanita lain yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat atas suaminya.Bahkan ada diantara muslimah mendapatkan suami yang keji, dan berakhlak sangat buruk. Posisikan pula kesalahan suamimu secara proporsional, jangan sampai karena hal itu engkau melupakan segala kebaikannya. Semoga Allah berkenan memberikan petunjuk kepada kita dan kepada suamimu serta kerabatnya. [Disarikan dari fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid]

Artikel sebelumnyaMenyambut Ramadhan 1435 H
Artikel berikutnyaWahai Muslimah, Inilah Keutamaan Shalat Dhuha

8 KOMENTAR

  1. Asslmkm…Bermacam gaya dan cara untuk menyebarkan dakwah, salah satunya lewab media online sangat berpengaruh pada abad ini, kami dari tim redaksi Tarqiyah online, mohon izin kopas Isi dari artikel di Webmuslimah, Jazakallah semoga berkenan atas permohonan kami, kalau tidak terimakasih banyak web ini telah berusaha menyebar dakwah.
    Admin
    Tarqiyah Online

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Boleh kopas artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya, minimal tertulis webmuslimah.com

  2. nyambung dengan pertanyaan diatas.
    sempat menyinggung “istri paman bukan mahram”.
    Saya pernah baca klo istri paman itu mahram, karna haram dinikahi. apa saya salah ya?

  3. assalamualaikum.
    mau tanya, kalau cemburu karena suami mau pergi piknik ke luar jawa dengan teman-teman kantor gitu gimana ya hukumnya?
    yang bikin cemburu itu karna di daerah tersebut banyak turis asing yang berpakaian “seperti itu”.
    serta temen2 wanita yang masih belum berhijab dan belum menikah.
    wassalam.

  4. Wajarkah bila saya cemburu kepada suami saya yang terlalu dekat dengan sepupu perempuannya?
    Bahkan sampai nempel sekali seperti prangko?

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here