Beranda Ilmu Islam Al Qur'an Tafsir Surat Al Fatihah (Pengantar)

Tafsir Surat Al Fatihah (Pengantar)

0
Surat Al Fatihah
Surat Al Fatihah © Flickr.com
Surat Al Fatihah
Surat Al Fatihah © Flickr.com

Surat pertama dalam Al Qur’an adalah surat Al Fatihah. Sesuai dengan namanya yang berarti “pembuka.” Selain dinamakan Al Fatihah, ia juga disebut Ummul Kitab dan Ummul Qur’an (induknya kitab Al Qur’an). Disebut pula Sab’ul Matsani, tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (dalam shalat). Shalat yang tidak membaca surat Al Fatihah, maka shalat tersebut tidak sah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(QS. Al Fatihah: 1-7)

Rasulullah menjelaskan bahwa surat Al Fatihah adalah surat yang paling agung. Beliau bersabda:

لأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِىَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِى الْقُرْآنِ

“Sungguh, aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al Qur’an” (HR. Al Bukhari). Lalu beliau mengajarkan surat Al Fatihah.

Surat Al Fatihah, juga merupakan surat istimewa yang tidak pernah diturunkan surat semacam itu dalam kitab-kitab sebelumnya. Rasulullah bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِه مَا أُنْزِلَ فِى التَّوْرَاةِ وَلاَ فِى الإِنْجِيلِ وَلاَ فِى الزَّبُورِ وَلاَ فِى الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا إِنَّهَا السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِى أُعْطِيتُ

“Demi jiwaku yang ada dalam genggamanNya, tidaklah Allah menurunkan di dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al Furqan, sesuatu yang sebanding dengan surat Al Fatihah. Sesungguhnya ia adalah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur’an yang agung itu diberikan kepadaku.” (HR. Ahmad)

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan nama-nama Surat Al Fatihah selain tersebut di atas. Yakni Shalat (karena merupakan syarat di dalam shalat), Syifa’ (karena merupakan obat penawar sebagaimana riwayat Ad Darimi melalui Abu Sa’id secara marfu’), Ruqyah (karena ampuh ketika dipakai meruqyah), dan Asasul Qur’an (pondasi Al Qur’an)

Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Qur’an mengatakan, “Surat Al Fatihah memuat aqidah Islamiah secara global, memuat konsep Islam secara garis besar, memuat segenap rasa dan arahan, yang nota bene mengisyaratkan hikmah dipilihnya surat ini untuk dibaca berulang-ulang pada setiap raka’at dan hikmah batalnya shalat yang tidak dibacakan surat ini di dalamnya.”

Lebih rinci, Amru Khalid dalam Khowathir Qur’aniyah menjelaskan bahwa surat Al Fatihah mengandung tiga bahasan utama yakni aqidah (siapa yang kita imani), ibadah (bagaimana beribadah kepada yang kita imani) dan manhaj hidup. Amru Khalid juga menjelaskan 9 prinsip dasar Al Qur’an yang terkandung dalam surat Al Fatihah.

Surat Al Fatihah juga menghimpun tujuan-tujuan Al Qur’an. Bahkan setiap makna dalam Al Qur’an –menurut Amru Khalid- dapat ditemukan di surat ini. Termasuk adab interaksi makhluk dengan Tuhannya, sebagaimana secara tersirat tampak pada 4 ayat pertama yang berisi pujian dan 3 ayat berikutnya yang berisi doa. Demikian pengantar tafsir surat Al Fatihah. Singkat, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada permulaan tafsir yang akan diambil WebMuslimah dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath Thabari, dan Fi Zilalil Qur’an. Wallahu a’lam bish shawab. [Tim Redaksi]

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here