Home Suplemen Motivasi Gaji Langsung Habis di Tanggal Muda? Baca Hadits Nabi Ini

Gaji Langsung Habis di Tanggal Muda? Baca Hadits Nabi Ini

225532
54
SHARE
Gaji langsung habis
ilustrasi (Kontan.co.id)

Galau karena gaji langsung habis di tanggal muda? Untuk nafkah istri, bayar listrik, air, biaya pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya? Semestinya tidak demikian jika Anda membaca hadits-hadits ini.

Hadits pertama

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu” (HR. Muslim)

Jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu (misalkan Rp 3 juta) habis untuk menafkahi istri dan anak-anak, lalu engkau tidak bisa sedekah untuk kaum dhuafa’ dalam jumlah banyak. Sesungguhnya nafkah untuk istri dan anak merupakan sedekah, bahkan pahalanya lebih besar daripada sedekah lainnya.

“Nafkah kepada keluarga itu lebih utama dari sedekah yang hukumnya sunnah,” terang Imam Nawawi.

Hadits kedua

أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

“Dinar yang paling utama yang dibelanjakan oleh seorang lelaki adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kudanya di jalan Allah (perlengkapan jihad), dinar yang ia belanjakan untuk sahabat-sahabatnya di jalan Allah” (HR. Muslim)

Jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu habis untuk menafkahi istri dan anak-anak. Sebab menafkahi istri dan anak-anak merupakan sedekah utama, bahkan lebih utama daripada membiayai jihad di jalan Allah. “Beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memulai dari keluarga,” demikian Abu Qilabah menyimpulkan urutan keutamaan dalam hadits ini.

Hadits ketiga

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Apa yang engkau nafkahkan untuk makanmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan anakmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan istrimu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan pembantumu, ia juga dinilai sebagai sedekah bagimu.” (HR. Ahmad)

Masya Allah… bahkan apa yang kita makan, yang kita nafkankan untuk makan anak, istri dan pembantu juga dinilai sebagai sedekah.

Masihkah dirimu galau? Sungguh rahmat Allah sangat luas. [Muchlisin BK/Webmuslimah]

54 KOMENTAR

    • kalau udah mampu menafkahi istri sendiri,kayaknya itu sudah ibadah mas son..lebih utama keluarga dulu baru istri orang lain juga boleh,tergantung niatnya mas.

    • Cari kerja sampingan buat tambahan penghasilan :v Dan biasakan jangan berhutang lagi :v . Kalau utang belum lunas , yaaa diirit-irit pengeluaran. Kalau naik motor digeber-geber gasnya, besok-besok gas normal aja biar irit bensin :v . jalan menuju tempat kerja dipersingkat ( cari jalan pintas biar ga boros minyak motor ) :v . Yang biasanya rokok 1 bungkus sehari, diirit jadi 1 bungkus per 2 hari. Yang biasanya ngidupin obat nyamuk dari terbenam matahari diirit pas mau tidur aja dinyalakan. Yang biasanya pake kipas angin tidur, pake kipas manual aja ( Pake buku :v ). Hemat listrik :v…

      Just for fun

    • Satu lagi,,, Bersyukur. 14:7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

      “Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi)

  1. Bukan galau istilahnya, jangan2 kita belum bisa belajar bersyukur, kalo bilang gaji habis, habis, habis lagi atau mungkin belum bisa ikhlas memberi ( contohnya saya )……….!!!! Subhanalloh.

  2. wah inimah akal2an supaya orang2 yg BERLEBIHAN HARTA agar tidak bersedekah dijalan Allah,,,

  3. kalau 2,5 persen itu bukanya hukumnya wajib ya untuk dikeluarkan dari hasil pendapatan yang kita punya, Tapi 2.5 persen itu termasuk sodaqoh bukan ya?
    Mohon penjelasannya
    Terima kasih

      • 3.5 jt.. itungannya darimana..? Kenapa ga dari gaji yg kita dapat, Misal pendapatan per bulan dibawah 1jt per bulan bukannya harta yg kita dapat 2.5 % ada hak orang lain☺

        • 2,5% harta kita ada hak orglain, org yg gimana?? Yg tdk mampu, nah, kalo kita gaji cuma 1jt, kira2 itungannya, cukup gk utk hidup kita 1bln??? Jd gk ad kewajiban
          Kalo gk cukup, tp tetep mo sedeqah, ya silahkn ☺

      • Itu namanya zakat profesi. Dalam berzakat ada nishabnya yaitu syarat utk berzakat. Untuk mengetahui nishabnya 520 kg beras dikali dengan harga beras yg biasa calon pemberi zakat makan per kg nya. Nah, jika gajinya pas di harga itu apalagi berlebih barulah beliau boleh berzakat 2,5% * seluruh gajinya 🙂

    • Berapa pun upah hasil kerja yg km dapat saat itu, 2,5% nya adlh hak org laintd (zakat penghasilan), jd wajib untuk d keluarkan.
      Kalo bersedekah beda lagi dengan yg 2,5% itu td, jngn takut gk cukup uang’a. Kalo itu d lakukan dengan ihlas pasti Alloh ganti dengan yg lebih baik.
      Soal harta (urusan dunia) itu lihatlah orang yg berada dibawah km, dlm artian penghasilan’a lebih sedikit dr km atw kehidupan sehari-hari’a berada d bawah km

  4. mau nanya, selama ini istri kerja bgtupun suami, gaji istri untuk membantu utang ibunya di bank,trus sang istri jatuh sakit dan tak bisa lagi kerja berat, maka sang suami membayarkan utang sang mertua….disatu sisi sang istri tak ingin membebankan suami, disisi lain, dia tak bisa membebankan sang ibu untuk bayar utang krn sang ibu hx dapat memberi makan keluarga,tak.cukup bayar utang….jika sang istri lepas tangan, tak bisa membayarkan utang sang ibu, apakah dia durhaka pada ibunya?

    • Tidak durhaka, justru sbg istri akan durhaka pd suami, jika suami terbebani hrs membayar utang mertua dan tidak ikhlas. Seorg istri sdh mnjd tanggung jawab suami, bukan org tua lagi. Jd, pahala dan dosa istri sdh mjd tanggung jwb suami. Mknya dlm islam, seorg istri hrs lbh taat pd suaminya, drpd kedua org tuanya. Tetapi kita tetap berkewajiban selalu berbuat baik kpd org tua. Wallahu’alam.

    • Rezeki Suatu keluarga tidak akan pernah habis… jika ibu tidak bisa membiayai dan kerja lagi ditambah ada beban tambahan yg dahulu ibu pikul… InsyaAllah suami ibu masih dapat melanjutkan… selama keluarga itu masih bisa bersyukur dengan yang ada… ditambah berikan semangat dan kasih sayang yang lebih untuk suami ibu, InsyaAllah Ibu dan Suami akan diberikan limpahan karunia dari Allah SWT.

  5. Alhmadulillah… Tapi alhamdulillah juga walau udah ganti tanggal muda jadi tua.. Gajih saya selalu ada tidak habis di tanggal muda.. Maklum.orang kaya…

  6. tetep galau,…..lah,….kalau lg ga punya duit,…walupun bersyukur,…..emang mau makan sama angin,,,,

  7. Saya sudh crai,smnjak mantan suami nikah lg,dy memutuskan nafkah buat anak nya,hukum nya ap ya?
    Ap kah saya hrs ikhlas atau bgi mana???

    • mantan suami Anda berdosa mbak jika tidak lagi bersedia menafkahi anak-anak Anda berdua, krn bagaimanapun dia adalah ayah dari mereka yg mana berkewajiban utk tetap menafkahi mereka meskipun hingga mereka memiliki ayah tiri (suami Anda berikutnya) sekalipun

    • Jangan berhitung amal… sebanyak banyak amal manusia yang menentukan dia masuk surga-Nya adalah Rahmat dan Kasih sayang Allah kepada hambanya…

  8. mau tanya apakah saya berdosa jika saya lebih mendahulukan orang tua (nene)karna orang tua dari pada suami karena sudah tidak ada lagi yang mau menanggung orang tua (nene)salah satu anaknya

    • Selama suaminya mengizinkan gak masalah,, tp yg utama buat seorang istri adalah suaminya,, baru mertua dan selanjutnya orangtua si istri.

  9. Apa iya membelanjakan uang untuk keluarga lebih besar pahalanya dari pada untuk jihad di jalan Allah? Soalnya dulu sahabat Rasulullah (kalau tidak salah Abu Bakar) pernah memberikan semua hartanya untuk mendanai umat muslim berperang di jalan Allah, kemudian Rasulullah memuji tindakan Abu Bakar tersebut.

  10. Abu Bakr adalah slah satu sahabat rasul yang memiliki harta yang lumayan,mungkin saja beliau sudah memisahkan sebagian harta nya untuk menafkahi keluarga nya dan kemudian menyerahkan sebagian nya lagi untuk keperluan jihad.

  11. kalo mertua sya seumur pernikahan nya yg cari nafkah istrinya. sampe2 berpuluh2 tahun kerja di LN. sedangkan suaminya cuma dduk manis ngopi depan tv makan tidur makan tidur. terima uang kiriman dri istri…. bahkan punya istri lagi di indo uangnya y hasil istri nya yaitu mama mertua sya. sya merasa iba dgn kesabaran mama mertua sya, terkdng jengkel jg dgn kelakuan bapa mertua sya. mf buka aid… minta doa nya unk semua mudah2n segera dibukakan pintu hidayan unk bapa mertua saya. amiiin

  12. Sy menikah sdh 9thn. 5thn diawal suami blm kerja, 4thn ini susmi honorer. Kami tinggal dgn mertua (ibu suami), kebutuhan kami ibu mertua yg mencukupi, honor suami dr 100% (misal 1jt utk sy 500rb) diberikan ke sy 50%nya. Dan darinya itu cm ckp utk jajan anak. Kebthan pribadi sy msh disuplai dr ibu sy. Apa suami berdosa? Sementara honorer memang segitu dapatnya. Maaf kepanjangan. Mhn jawabannya.

  13. Subhanallah, berarti kalau istri lebih dari satu, Pahalanya lebih utamanya yah, karena sedekahnya lebih utama.

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here