Beranda Keluarga Munakahat Laki-laki yang Baik untuk Perempuan yang Baik

Laki-laki yang Baik untuk Perempuan yang Baik

10
Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik
Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik © desainkawanimut.com

Saudariku… Salah satu rahasia jodoh adalah apa yang difirmankan Allah dalam Surat An Nur ayat 26. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik.

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa fitnah yang menimpa Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Bahwa beliau telah dinikahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka pastilah beliau perempuan yang baik, sebagaimana Rasulullah adalah laki-laki yang baik. Nabi tak mungkin beristri dengan wanita yang keji (melakukan pelanggaran seksual). Tak pernah ada istri Nabi mana pun yang seperti itu.

Ibnu Katsir menjelaskan di dalam tafsirnya, “Tidaklah Allah menjadikan Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melainkan karena dia adalah perempuan yang baik, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia terbaik diantara yang baik.”

Asbabun nuzul-nya khusus, tetapi kaidahnya berlaku umum. Ibnu Katsir pun menegaskan dengan menukil perkataan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam: “Orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria. Dan orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita. Orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria. Dan orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita.”

Baca juga: Manfaat Nikah Muda

Sayyid Qutb menjelaskan hal ini sebagai “keadilan Allah dalam pilihan-Nya.”

“Keadilan tersebut adalah,” kata Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, “bersatunya jiwa yang buruk dengan jiwa yang buruk dan jiwa yang baik dengan jiwa yang baik.”

Saudariku, inilah salah satu rahasia jodoh. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Maka jika hari ini engkau mengharapkan seorang suami yang baik, maka prasyarat yang harus kau penuhi adalah menjadikanmu sebagai perempuan yang baik. Jika engkau memimpikan jodoh yang shalih, maka prasyarat yang harus kau penuhi adalah mempersiapkan dirimu menjadi perempuan yang shalihah.

Lihatlah, perempuan sekualitas Hawa mendapatkan jodoh sekualitas Adam. Perempuan sekaliber Hajar mendapatkan jodoh sekaliber Ibrahim. Perempuan selevel Aisyah mendapatkan jodoh selevel Muhammad Rasulullah. Perempuan sehebat Fatimah mendapatkan jodoh sehebat Ali.

Jangan risau, saudariku. Jangan bersedih hati. Jika dirimu saat ini masih sendiri, insya Allah jodohmu tengah menanti. Jika engkau pernah batal saat ta’aruf, atau batal menjelang pernikahan, mungkin laki-laki itu bukan jodoh yang –meminjam istilah Sayyid Qutb- adil untukmu. La tahzan. Teruslah memperbaiki diri. Teruslah mentarbiyah diri. Ingatlah, laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. [Ummi Liha/WebMuslimah]

Artikel sebelumnyaTeladan Parenting Umar bin Abdul Aziz
Artikel berikutnyaMakanan Penambah Gairah “Resep” Ibnu Sina
Seorang ibu, istri, Founder #SahabatKeluargaCinta (SKC) @skcinta, Owner @indogamis

10 KOMENTAR

  1. teh pen nanya nih…
    saya juga percaya kok kalau perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik dan begitupun sebaliknya. Tapi pernah saya membaca suatu artikel bhwa istri Nabi Nuh tertimpa azab juga dari Allah yaitu tenggelam bersama dengan umat2 Nabi Nuh yg membangkang.
    Dari sinikan kita bisa berpikir bhwa kepribadian istrinya tidak baik. Kok bisa2nya yaa Nabi Nuh mendapatkan jodoh seperti itu dimana kita ketahui bhwa seorang nabi pastilah memiliki kepribadian yg baik. Menurut teteh gi mana??

    mohon penjelasannya 🙂

  2. assalamu’alaikum
    mau nanya. kan jodoh itu sudah ditentukan sama Allah SWT, apakah jodoh itu bisa diusahakan berbeda dengan yang ditulis oleh Allah? dan ketika suadah menikah apakah jodoh itu adalah yg sudah dinikahi oleh kita. dan ukuran yg disebut jodh itu hanya sebatas menikah?

    • bismillah..
      wa’alaykumussalam,,
      maaf, mau mencoba menjawab, ini sepengetahuan saya saat suatu kali pernah mengikuti taklim..

      perihal ketetapan seseorang itu telah tertulis di lauhul mahfudz. setiap manusia memiliki qada dan qadar nya masing2. bukankah itu merupakan salah satu rukun iman (yg harus di imani)?..
      jodoh setiap manusia telah Allah tetapkan ketika ruh ditiupkan. yaitu ada 4 perkara yang telah ditetapkan. (dalam hal ini jodoh termasuk ke dalan rizki)

      Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

      kalau ditanya apakah jodoh itu bisa diusahakan berbeda dengan yang ditulis oleh Allah?
      maka hadits diataslah penjelasannya.
      wallahu a’lam bishowab..

      dan kalau ditanya ketika sudah menikah apakah jodoh itu adalah yg sudah dinikahi oleh kita?
      (menurut ustadz saat taklim itu) ya, itulah jodoh yang Allah berikan, yang sudah Allah tetapkan di lauhul mahfudz.
      sekarang bgmana jika bercerai dan kemudian menikah lagi dengan yang lain? apakah itu juga jodoh?
      yaa, itu juga merupakan jodoh yang telah Allah tetapkan..

      apabila kita ingin menikah, bagaiman kita mengetahui bahwa dialah jodoh kita ataukah bukan?
      maka menikahlah.. dan itulah jodoh kita..

      saya ingat ustadz mengatakan, bahwa jodoh itu diusahakan.. dicari dan diperjuangkan.
      adapun ketika telah menikah dengannya, itulah jodoh kita..
      karena sejatinya, semua telah tertulis.. telah Allah tetapkan..
      Wallahu a’lam bishowab..

      *mohon koreksi jika ada kesalahan pemahaman saya..

  3. Assalamualikum, saya ingin bertanya. saya seorang muslimah biasa, yang hanya memakai kerudung seadanya. saya inginmendapatkan suami yang salih, apakah mungkin ikhwan itu mau kepada saya?

  4. Mau tanya ni…status saya saat ini adalah janda krn saya pernah mnikah secra agaama,kemudian selma bercerai hny ad oerwakilan dr pihak mantan suami dan ortu saya apakah itu sdh syah cerainy pada saat itu keputusany sama sama sdh trima dan saya sdh ga mau rujuk.

    Skrg sy slma 3 th blm mnjalin dg pria lain. Th ni ad pria yg mminta ortu utk mlamar saya.saya pun mnerima pinanganny dan keeluarga pun bgtu . Apakah nikah sy bersama pria ini dibolehkan

  5. Perempuan sebaik Asiah knp mendapat suami sperti firaun?
    Nabi Ayub a.s mendapat istri yg meninggalkannya ketika sakit.
    apakah itu ujian Allah? bukankah itu jadi bertentangan dengan yang di firmankan dalam Surat Annur?

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here