Beranda Munakahat Pranikah Menyesal Kutolak Lamaran Lelaki Shalih Itu

Menyesal Kutolak Lamaran Lelaki Shalih Itu

22
ilustrasi (kawanimut)

“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Tulisanku yang dulu, berjudul “Ya Rabbi, Aku Mencintai Lelaki yang Telah Beristri..” cukup banyak diapresiasi. Ada yang pro. Ada yang kontra. Malah waktu aku baca di FB, ada yang menegur kalau tulisanku cenderung menjauhkan poligami.

Karnanya kumulai kisah ini dengan meminta maaf jika ada yang kurang berkenan. Ini kisah temanku. Tapi… aku akan membahasakannya sebagai diriku 🙂

Kini usiaku udah semakin matang. Dalam masyarakatku umurku sudah dianggap sangat senior untuk wanita yang belum menikah. Pun dalam keluarga besarku. Tak ada di antara mereka yang seusiaku tapi masih lajang.

Hatiku tiba-tiba menjadi tak menentu ketika ada teman yang mengirim undangan pernikahan. Kadang air mata menetes membaca undangan adik kelas yang jauh di bawah usiaku. Tak ada orang yang mengetahui itu memang. Aku mencoba tegar. Sabar. Kuyakin Allah cinta hambaNya yang sabar.

“Nita, kapan nich undangannya?” pertanyaan itu kadang membuat jantungku seperti berhenti berdetak. Aku tak bisa menjawab. Tapi aku tak mau itu berlangsung lama. Alhamdulillah setelah beberapa detik aku bisa tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan seperti itu.

Aku kadang bertanya, kenapa tak ada lagi ikhwan yang mengajukan ta’aruf kepadaku. Mungkin ini cobaan buatku. Kalau benar… aku ingin pahala kesabaran menjadi milikku hingga Allah mempertemukanku dengan jodohku. Aku sangat berharap ini adalah ujian seperti yang dikatakan Nabi bahwa ujian seseorang berbanding dengan tingkat keimanannya.

Tapi akhwat juga manusia kan? Ketika malam tiba, bisa saja ia bersedih walau siangnya terlihat sangat aktif dalam dakwah. Dalam kesendirian di atas sajadah, aku kadang berfikir tentang hadits Nabi dan menghubung-hubungkannya dengan penolakanku terhadap seorang ikhwan. Satu-satunya ikhwan yang pernah “melamarku”.

“Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Ikhwan yang datang itu, aku sebenarnya tahu siapa dia. Karena dia waktu itu aktif di lembaga dakwah di kampusku. Aku tahu dia laki-laki yang shalih. Tetapi entah kenapa, waktu itu aku menolaknya. Alasan wajah? Bukan. Aku bukan wanita seperti itu. Kekayaan? Juga bukan. Aku sadar pasangan muda hampir selalu memulai dari nol. Ilmu? Enggak juga. Dia ikhwan yang cukup pintar. Agamanya? Shalih kok. Lalu apa? Aku sendiri sulit menjelaskannya. Yang pasti waktu itu aku belum siap menikah dengannya. Mungkin juga karena waktu itu aku terlalu idealis, tidak mau menikah dengan ikhwan dari kampus yang sama. Entahlah.

Aku jadi “takut” sendiri membaca hadits itu. Apakah karena kumenolak tanpa alasan yang jelas terhadap laki-laki shalih sepertinya sehingga sampai saat ini aku tak juga menikah? Kalau demikian halnya, aku memohon ampun padaMu ya Allah… [Atik Purnama/Webmuslimah]

22 KOMENTAR

  1. ya salah sendiri, kenapa kamu menolak lamaran lelaki itu, kamu terlalu jual mahal, ya rasakan saja jadi perawan tua…. maaf ya saya orangnya memang kasar, mudah2an kamu cepat dapat jodoh.

  2. Suka baca tulisan ini. dan tulisan kamu yang lalu. sedikit sbyk ada kesamaan rasa pada kita.. Mgkn ALLAH mahu jodoh kita setelah kita meminta.. bertawakal sepenuhnya pada Dia. Mg Allah anugerahkan yg trbaik pd kehidupanmu.

  3. Saya mau nanya di sini..
    ada laki-laki yang berjanji akan menikahi saya setelah ia menyelesaikan studinya..
    saya percaya dia laki-laki yang menepati janjinya..
    namun.. di sini..
    jika saya di lamar oleh laki-laki lain, apakah saya boleh menjawab kepadanya bahwa telah ada yang menunggu saya?? bagaimana jika itu adalah jodoh saya?? saya bingung.. mohon bantuannya..

    • @RIFDA: Sepakat dengan mas @ADE

      cuma menambah coretan tentang komitmen
      Komtmen keburukannya
      Meremehkan Allah, Tauhidnya tidak bener, komitmen 1 th lagi menikah, karena meyakini 1 th lagi masih hidup, siapa tau beso akan mati. Kerugian nya:
      -Panjang angan-angan
      -Menutp rejeki yang bisa jadi lebih baik baiknya (menutup jodoh yang lain)
      -Bikin komitmen tidak akan terlepas dari kemaksiatan, berkomitmen itu sendiri itu sudah bagian dari kemaksiatan

      *maaf kalo salah, prinsip saya seperti itu

  4. @Rifda : setahu saya kalo sudah di Khitbah (lamar), maka tidak boleh menerima Khitbah dari laki2 lain. Khitbah itu pernyataan ingin menikahi dari seorang laki2 kepada seorang perempuan. Jadi cowok ngomong ke cewek mau menikahi, meski ortu belum tahu itu sudah masuk Khitbah. Jika si cewek meng-Iya-Kan maka Khitbah diterima dan proses selanjutnya adalah Ta’aruf. Ta’aruf itu bebas jangka waktunya, bisa sebulan, bisa setahun, bisa bertahun-tahun. Dalam hal Rifda maka ta’aruf nya sampai lulus studi.

    Jika Rifda ingin menerima laki2 lain, maka batalkan dulu Ta’aruf dengan Laki2 pertama tadi. Sampaikan ke dia bahwa Rifda membatalkan lamarannya dengan alasan yang logis dan tidak menyakiti hati.

  5. hanya ALLAH lah yang paling berhak menentukan jodoh. berusaha dan berdoa, itu yang bisa manusia lakukan. sambil menunggu, terus perbaiki diri, semakin mendekat dengan Allah, siapkan diri untuk menjadi pasangan terbaik. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk makhluknya. tidak ada jodoh yang tertukar

  6. Jodoh yang tepat akan datang di saat yang tepat, karena pernikahan menyangkut urusan akhirat jadi harus lebih berhati-hati 🙂

  7. Kalo ga suka gimana? Kalo cuma sholeh aja kan belum tentu suka karena kan kriteria jodoh ga cuma dilihat dr sholeh aja. Toh soleh apa ngga nya cuma Allah yg tau

  8. Monggo….
    “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”

    • Iyaa saya menyesal..ketika tahu dia telah menikah,perasaan saya sangt sedih..kecewa pda diri sendiri..selalu merasa bodoh akan keputusan yg saya ambil. Saat ini tdak mgkin lgi saya meminta pada nya.krna dia telah menjadi milik wanita lain..saya menyesal. Saya tipe yang baperan ..jadi susah move on😣

  9. kata teman2 sih sy sholeh… mondok d pesantren jg udah lama bngt. lbh 10 thn… tp yah… di tolak jg akhirny…. wkwkwk

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here