Beranda Tazkiyah Tazkiyatun Nafs 10 Hal yang Menghilangkan Pahala Puasa

10 Hal yang Menghilangkan Pahala Puasa

3
ilustrasi puasa (viva.co.id)

Sahabat muslimah, puasa Ramadhan memiliki keutamaan yang besar. Bisa menghapus dosa yang telah lalu, menjadi perisai dari api neraka, serta membuat pelakunya berbahagia saat berjumpa dengan Allah Azza wa Jalla.

Namun, ada hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa. Puasanya secara hukum tetap sah, tetapi tidak bernilai. Sia-sia. Sehingga keutamaan-keutamaan tersebut pun tak bisa diraih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, ia tidak mendapat apa-apa kecuali rasa lapar” (HR. Ibnu Majah)

Hadits ini mengisyaratkan, ternyata yang puasanya sia-sia, puasanya tidak berpahala itu tidak sedikit. Jumlahnya banyak. Lalu, apa saja yang bisa menghilangkan pahala puasa?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya, maka Allah tidak butuh kepada perbuatannya yang meninggalkan makan dan minum” (HR. Al Bukhari)

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya serta kebodohan, maka Allah tidak butuh kepada perbuatannya yang meninggalkan makan dan minum” (HR. Al Bukhari)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kalimat “Allah tidak butuh kepada perbuatannya yang meninggalkan makan dan minum” adalah Allah tidak menerima puasanya. Pahalanya terkurangi atau bahkan hilang sama sekali. Puasanya sia-sia, tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar saja.

Dalam hadits ini hanya disebutkan tiga hal: az zuur, al ‘amala bizzuur, dan al jahl. Ketiganya bisa diterjemahkan secara sederhana menjadi dusta, amalan dusta dan kebodohan. Namun jika dirinci, ketiga kata ini mencakup banyak hal.

Bohong

Bohong atau dusta adalah hal yang diharamkan Allah baik dalam kondisi puasa atau tidak. Jika dilakukan saat puasa, maka bohong atau dusta bisa menghilangkan pahala puasa.

Sumpah palsu

Termasuk jenis kebohongan adalah sumpah palsu. Bahkan sumpah palsu merupakan dusta yang levelnya lebih tinggi karena membawa nama Allah dalam berbohong.

Kesaksian Palsu

Adakalanya seseorang menjadi saksi untuk suatu perkara lalu ia memberikan kesaksian palsu. Maka ini juga termasuk bentuk dari kebohongan.

Korupsi

Korupsi adalah jenis kebohongan yang fatal. Ia bukan sekedar membohongi satu dua orang tetapi membohongi banyak orang. Ia membohongi rakyat. Uang yang seharusnya untuk rakyat atau milik negara, diambil menjadi milik pribadi. Ini juga menghilangkan pahala puasa.

Fitnah

Memfitnah orang lain juga merupakan varian dari kebohongan. Jika bohong adakalanya dampak langsungnya kecil, fitnah umumnya berdampak besar. Ia bisa menghancurkan nama baik seseorang, membunuh karakter seseorang, bahkan bisa membuat orang yang difitnah masuk penjara atau dihukum mati.

Mengkhianati amanah

Terutama jika seseorang memiliki jabatan baik di organisasi, perusahaan maupun pemerintah. Seharusnya ia membawa kebaikan untuk orang lain, seharusnya ia memakmurkan masyarakat tetapi justru berbuat sebaliknya. Merugikan masyarakat dan menyengsarakan rakyat.

Ghibah

Ghibah, meskipun yang disampaikan apa adanya (tidak bohong), ia juga termasuk perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Ghibah termasuk dalam kategori al jahl; kebodohan atau tindakan bodoh.

Rafats

Rafats maksudnya adalah bentuk kata-kata atau tulisan yang mengarah pada pembangkitan syahwat. Porno, dalam istilah sekarang. Ini juga termasuk menghilangkan pahala puasa karena menurut Imam Tirmidzi dan para penulis kitab Sunan memahami al jahl sebagai segala bentuk kemaksiatan.

Bayangan syahwat

Membayangkan hal-hal yang bersifat rafats dan membangkitkan syahwat juga bisa menghilangkan pahala puasa.

Melihat aurat lawan jenis atau melalui gambar dan film

Jika rafats pada poin sebelumnya secara khusus berbentuk perkataan atau tulisan, maka pandangan mata ke arah aurat lawan jenis atau hal-hal yang membangkitkan syahwat juga termasuk menghilangkan pahala puasa. Termasuk juga jika berbentuk gambar dan film.

Kemaksiatan lain

Seperti disebutkan di atas, al jahl juga diartikan segala bentuk kemaksiatan. Sehingga kemaksiatan-kemaksiatan lain yang tidak tercantum dalam poin-poin sebelumnya juga bisa menghilangkan pahala puasa.

Wallahu a’lam bish shawab. [Webmuslimah.com]

Artikel sebelumnyaKisah Ustadz yang Kapok Ajukan Poligami ke Istri
Artikel berikutnyaIni Ancaman Bidadari Jika Ada Wanita Menyakiti Suaminya

3 KOMENTAR

  1. Subhanallah, ini artikel sangat bermanfaat dan harus kita perhaikan dengan baik
    agar ramadhan kita sempurna dan derajat kita diangkat oleh Allah SWT
    salam ukhuwah islamiyah, transparan.org

  2. Yg baca Artikel ini, jangan cuma dibaca yaa
    Dishare juga ke sosmed kalian, biar bermanfaat untuk yang lain

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here