Home Keluarga Tirai Kamar Ketika Gairah “Cinta” Menurun

Ketika Gairah “Cinta” Menurun

7798
1
SHARE

Dalam kehidupan suami istri, khususnya yang masih muda, “bercinta” adalah keniscayaan. Hanya saja, kadang suami istri mengalami kegairahan yang baik, dan kadang-kadang menurun. Jika terjadi sesekali, penurunan itu sebenarnya wajar. Jika terjadi saat usia semakin tua, penurunan juga wajar, bahkan pasti terjadi secara setahap demi setahap.

Namun, jika penurunan gairah itu terjadi pada istri di “usia produktif” dan waktunya memasuki hitungan pekan, maka perlu segera diatasi. Diantaranya dengan hal-hal berikut ini:

Olah raga (senam)

Seringkali, menurunnya gairah seorang istri disebabkan oleh kurangnya olah raga. Istri dengan segala macam aktifitasnya, membuat energinya terkuras dan fisiknya lelah. Ketika fisik lelah, badan terasa kaku, seseorang cenderung akan menurun stamina dan keenerjikannya. Jika ada waktu, biasanya akan lebih memilih istirahat daripada beraktifitas.

Ada juga istri yang aktifitas fisiknya tidak terlalu banyak. Misalnya dari keluarga yang didukung beberapa pembantu. Mungkin istri bekerja di luar rumah, atau beraktifitas di rumah dan bersosial. Kendati demikian, ketika olah raga kurang, tubuh pun cenderung malas dan kehilangan kebugaran, termasuk gairah “bercinta.”

Solusinya adalah berolah raga secara teratur. Selain berolahraga sendiri, para istri juga bisa bergabung dengan program senan khusus untuk wanita. Sehingga fisiknya sehat, segar, bugar dan enerjik. Saat kondisi fisik sehat, segar, bugar dan energik, gairah tersebut relatif lebih terjaga.

Makanan

Ada kalanya, menurunnya gairah tersebut disebabkan oleh faktor makanan. Makan yang tidak dijaga, over, selain bisa mendatangkan ancaman obesitas dan berbagai penyakit, juga bisa berefek pada menurunnya gairah. Untuk itu, para istri perlu menjaga makanan dan pola makannya. Selain gairahnya terjaga, bentuk tubuhnya juga bisa dijaga.

Dalam hal makanan, sebenarnya banyak makanan alami yang berfungsi meningkatkan gairah ini. Bahkan, ilmuwan Islam sejak dulu telah berhasil menemukan makanan-makanan alami tersebut. Misalnya bapak kedokteran Muslim, Ibnu Sina. Beliau telah menginventarisir jenis-jenis makanan yang dapat meningkatkan gairah. Sebagiannya bisa dibaca di artikel Makanan Penambah Gairah “Resep” Ibnu Sina.

Psikologis

Masalah psikologis juga bisa menjadi penyebab turunnya gairah “bercinta”. Wanita karir yang pekerjaannya rumit, menguras konsentrasi, atau sedang dikejar-kejar deadline, umumnya akan mengalami penurunan gairah. Pun istri yang sedang “banyak pikiran” atau dirundung masalah, juga relatif mengalami penurunan gairah yang sama.

Solusinya adalah mengelola kondisi psikologis agar tetap tenang dan tidak depresi. Jika depresi mengakibatkan gairan menurun, sebaliknya ketenangan mengakibatkan gairah itu kembali stabil.

Sesungguhnya, bagi para muslimah, mendapatkan ketenangan bukanlah hal yang sulit. Sebab, Al Qur’an telah menjamin bahwa orang-orang beriman yang berzikir kepada Allah, hatinya akan menjadi tenang. Jadi tidak perlu kita jauh-jauh mencari ketenangan, repot-repot mencari solusi kedamaian. Datanglah saja kepada Allah. Dengan dzikir, doa, membaca Al Qur’an. Yakinilah bahwa takdir Allah adalah yang terbaik, segala masalah dalam genggaman Allah, dan terhadap apa yang telah diusahakan dengan sebatas kemampuan kita bertawakkal. Serahkan segalanya kepada Allah, niscaya jiwa yang tenang akan hadir dengan sendirinya. Insya Allah.

Faktor Suami

Ada pula istri yang mengalami penurunan gairah disebabkan oleh suami yang –mungkin belakangan ini- tampil acak-acakan, tidak peduli pada dirinya sendiri, dan sebagainya. Untuk faktor ini, sebaiknya istri berkomunikasi dengan suami. Dekati suami, ambil momentum yang tepat dalam suasana santai dan ajaklah bicara.

Pada akhirnya, hal yang perlu disadari oleh setiap muslimah adalah, “bercinta” bukan sekedar memenuhi tuntutan biologis. Di dalam Islam, hal itu dinilai sebagai ibadah bahkan disebut sedekah. Maka dalam setiap ibadah, lakukan yang terbaik. Innallaaha katabal ihsaan ‘alaa kulli syai’. Sehingga istri senang, suami senang, keluarga makin sakinah mawaddah dan rahmah, serta yang paling penting, Allah ridha dan memberkahi. [Tim Redaksi Webmuslimah.com]

1 KOMENTAR

BERIKAN TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here